Monday, December 25, 2017

Kerja Keras, Kerja Cerdas, dan Kerja Ikhlas

Dalam bekerja ada beberapa komponen yang menjadikan kegiatan para pekerja menjadi luar biasa, yang akan menghasilkan kinerja yang unggul dan dapat membantu suatu perusahaan sulit ditandingi dan perusahaan yang memiliki sumber daya manusia seperti ini akan mampu bersaing, karena orang-orang seperti ini sangat menikmati apa yang mereka kerjakan.




Berikut adalah komponen yang dimiliki oleh pekerja yang handal:
  1. Kerja keras: apa yang dilakukannya terarah untuk mencapai suatu tujuan dengan menggunakan energi nya sendiri. orang seperti ini akan melakukan melebihi dari apa yang dia mampu, seperti apabila di hanya dapat mengangkat beban 40 kg, maka dia akan berusaha mengangkat beban 50 kg.
  2. Kerja cerdas: apa yang dilakukannya terarah untuk mencapai tujuannya dengan menggunakan kecerdasannya supaya meningkatkan prestasi. seperti, mampu mengatur waktu dengan baik, membuat sebuah sistem lebih efektif, dan memperlancar segala keadaan
  3. Kerja ikhlas: usaha untuk mencapai tujuannya dengan menggunakan kesucian hati sebagai manisfestasi kemuliaan diri, orang seperti ini memiliki hati yang besar dan selalu memberi lebih apa yang dia miliki.
Sumber daya manusia yang memiliki komponen tersebut dia tidak akan bekerja untuk kepentingannya sendiri dan yang ada dalam pikirannya adalah mencapai kemuliaan sebuah kerja dan memberikan manfaat bagi orang lain.  Dengan sumber daya manusia seperti itu akan menciptakan keamanan dan kenyamanan baik sesama pekerja maupun dengan perusahaan.

Dengan terintegrasinya antara kerja keras (fisik), kerja cerdas (otak-pikiran), dan kerja ikhlas (hati) maka akan terciptanya sumberdaya manusia yang memiliki tanggung jawab yang tinggi, toleransi, dan berkomitmen.

Baca juga : Titik Hitam

Sunday, December 24, 2017

K3 Penanggulangan Kebakaran


KEBAKARAN



1. Dasar Hukum

  • UU No 1 tahun 1970 tentang keselamatan kerja
  • Keputusan Menteri Tenaga Kerja RI No.186/MEN/1999 Tentang Unit Penanggulangan Kebakaran di Tempat Kerja


2. Penyebab Kebakaran
  • Kelalaian: kelalaian adalah penyebab kebakaran yang paling sering terjadi contohnya lupa mematikan kompor saat bepergian dan merokok ditempat yang tidak semestinya.
  • Kurang pengetahuan: kurangnya pengetahuan dalam pemadaman saat terjadi kebakaran ringan adalah hal yang tidak boleh dibiarkan begitu saja karena akan dari kebakaran yang kecil akan mengakibatkan kebakaran besar.
  • Alam: kebakaran karena alam terjadi karena gunung meletus, petir, dan panas matahari.
  • Penyalaan: hal ini terjadi karena oksigen, bahan bakar dan panas bertemu dan menimbulkan reaksi pembakaran.
  • Kesengajaan: kebakaran yang terjadi karena ulah manusia.

3. Segitiga Api
(Sumber: Segitiga api)

4. Metoda Pemadaman Kebakaran
  • Cooling
  • Smothering
  • Starvation
  • Breaking Chain Reaction

5. Pengendalian Potensi Bahaya Kebakaran

Sebelum:
  • Sistem proteksi: Passif (Kompartemenisasi sarana evakuasi), Aktif (fire safety equipment), fire emergency.
Selama:
  • Deteksi alarm
  • Pemadaman
  • Lokalisir
  • Evakuasi & Rwsque
  • Pengamanan
Sesudah:
  • Investigasi
  • Analisis
  • Rekomendasi
  • Rehabilitasi

6. Klasifikasi Kebakaran
  • Kelas A: Bahan padat kecuali logam
  • Kelas B: Bahan cair atau gas mudah terbakar
  • Kelas C: Listrik bertegangan
  • Kelas D: Logam

7. Media Pemadam Api
  • Padat: pasir/tanah, selimut api/karung basah, tepung kimia
  • Cair: Air dan busa
  • Gas: CO2, AF11, dan FM200

Saturday, December 23, 2017

Batu Gamping (Kapur)


1. Pengertian Batu Gamping

Batu gamping (kapur) adalah batuan sedimen dengan komposisi utama tersusun oleh kalsium karbonat (CaCO3) dalam bentuk mineral kalsit. Di Indonesia, batu gamping sering disebut juga dengan istilah batu kapur, sedangkan istilah luarnya biasa disebut limestone. Batu gamping paling sering terbentuk di perairan laut dangkal.

2. Genesa Batu Gamping

Batu gamping terbentuk dilaut dangkal, tenang dan kondisi perairan yang hangat. dimana lingkungan seperti inilah yang ideal dimana organisme pembentuk batu gamping mampu membentuk cangkang kalsium karbonat dan skeleton. 
ketika organisme tersebut mati maka akan menyisakan cangkang yang kemudian terkumpul menumpuk mengalami sedimentasi dalam waktu yang lama akan mengeras litifikasi dan terbentuklah Batu gamping.



3. Jenis-jenis Batu Gamping

Secara umum batu gamping dibagi menjadi 5 yaitu:

a. Batu gamping klastik
b. Batu gamping kristalin
c. Batu gamping bioklastik
d. Batu gamping terumbu
e. Batu gamping afanitik

Baca juga : Batubara

4. Kegunaan Batu Gamping

Batu gamping (CaCO3) memiliki banyak manfaat terutama dalam bidang industri berikut adalah beberapa manfaatnya:

a. Bahan untuk menurunkan kadar sulfur
b. Industri pupuk
c. Campuran semen portland
d. Penerunan kadar asam air
e. Bahan pembuat soda api
f.  Pemutih kertas
g. Industri kimia
h. Bahan pembuat cat
i.  Kapur pertanian dll

Sunday, December 17, 2017

BERSAMA SAHABAT



BERSAMA SAHABAT

By: Windi Astuti



Kita selalu berjalan dalam satu tujuan

Beriringan melangkahkan kaki secara serempak

Tanpa lelah, tanpa bosan dan tanpa mengenal putus asa



Gemerlap petir terlihat begitu dahsyat

Dan kita tetap saling menggenggam

seakan langkah dan tujuan begitu dekat



Sahabatku.....

Teruslah melangkah bersamaku

Kuingin sukses bersamamu

Menyusuri waktu bersamamu



Tanpa rasa lelah dan letih

Buktikan pada dunia bahwa kita bisa

Never Give Up...



K3 Pada Konstruksi Bangunan

konstruksi-bangunan.jpg
(sumber: citrakarismautama.co.id)

A. DASAR HUKUM

Dasar hukum K3 Konstruksi dan Bangunan adalah :

  1. UU No 1 Tahun 1970 tentang keselamatan kerja

  2. UU No 13 Tahun 2003 tentang ketenagakerjaan

  3. Permenaker No. Per. 01/Men/1980 tentang K3 Konstruksi



B. PENGERTIAN

Konstruksi bangunan adalah suatu kegiatan yang berhubungan dengan seluruh tahapan yang dilakukan ditempat kerja.

tempat kerja dalam kegiatan konstruksi adalah sebagaimana yang dimaksud dalam pasal (1) ayat (2) huruf (c, k, l) UU No 1 Tahun 1970.



C. JENIS-JENIS BAHAYA PADA KEGIATAN KONSTRUKSI

  1. Physical Hazards

  2. Chemical Hazards

  3. Electrical Hazards

  4. Mechanical Hazards

  5. Physiological Hazards

  6. Biological Hazards


D. UNSUR TERKAIT PADA KEGIATAN KONSTRUKSI

  1. Pemilik proyek

  2. Kontraktor

  3. Sub-Kontraktor

  4. Pekerja proyek

  5. Pekerja Subkon

  6. Pemasok barang/alat

  7. Masyarakat

  8. Instruksi teknis


E. STRATEGI PENERAPAN K3 PADA PROYEK KONSTRUKSI

Penerapan K3 pada proyek konstruksi dapat dilakukan dengan tahapan berikut:

  1. Identification

  2. Evaluation

  3. Develops the plan

  4. Implementasi

  5. Monitoring

F. ELEMEN PROGRAM K3 PROYEK KONSTRUKSI

Sebagai implementasi program K3 pada proyek konstruksi dapat dilakukan dengan proses berikut:

  1. Kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja

  2. Administratif dan prosedur

  3. Identifikasi bahaya

  4. Project safety review

  5. Pembinaan dan pelatihan

  6. Safety committee

  7. Safety promotion

  8. Safe working practices

  9. Sistem izin kerja

  10. Safety inspection

  11. Equipment inspection

  12. Keselamatan kontraktor

  13. Keselamatan transportasi

  14. Pengelolaan lingkungan

  15. Pengelolaan limbanh dan K3

  16. Keadaan darurat

  17. Accident investigation and reporting system

  18. Audit K3

Saturday, December 16, 2017

Dasar Hukum dan Pengertian K3

k3

A. Dasar hukum

  1. Undang-undang no 1 Tahun 1970 Tentang Keselamatan Kerja

  2. Undang-undang no 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan

B. Pengertian

1. Keselamatan dan kesehatan Kerja

Secara Filosofi: Suatu pemikiran dan upaya untuk menjamin keutuhan dan        kesempurnaan jasmani maupun rohani.

Secara Keilmuan: Ilmu pengetahuan dan penerapannya dalam usaha mencegah terjadinya kecelakaan, penyakit akibat kerja, kebakaran dan pencemaran lingkungan.

Secara Etimologi: suatu upaya perlindungan agar tenaga kerja dan bagi orang lain selalu dalam keadaan selamat dan sehat selama berada dilingkungan kerja.

2. Keselamatan (Safety)

A. Mengendalikan kerugian dari kecelakaan (control of accident loss)

B. Kemampuan untuk mengidentifikasikan dan menghilangkan (mengontrol) resiko yang tidak bisa diterima (the ability to identify and eliminate unacceptable risks)

3. Kesehatan (Health)

Derajat atau tingkat keadaan fisik dan psikologi seseorang (the degree of physiological and psychological well being of the individual)

7 PRINSIP ISO 9001:2015 "SISTEM MANAJEMEN MUTU"

Penerapan sistem manajemen mutu adalah suatu keputusan bagi suatu organisasi yang dapat membantu organisasi untuk meningkatkan kinerjanya secara keseluruhan dan menyediakan dasar kuat untuk inisiatif pembangunan berkelanjutan.

manfaat potensial suatu organisasi yang mengimplementasikan sistem manajemen kualitas berdasarkan standar internasional adalah:

  1. kemampuan untuk menyediakan produk dan jasa secara konsisten yang memenuhi kebutuhan pelanggan dan persyaratan hukum serta peraturan yang berlaku

  2. memfasilitasi peluang untuk meningkatkan kepuasan pelanggan

  3. kemampuan untuk menunjukan kesesuaian terhadap sistem manajemen mutu yang ditentukan.

logo

Prinsip-prinsip manajemen mutu adalah:

standar internasional ini berdasarkan prinsip manajemen mutu yang dijelaskan dalam ISO 9000.

  1. Costumer focus (fokus kepada pelanggan)

  2. Leadhership (kepemimpinan)

  3. Engagement of people (keterlibatan orang)

  4. Process approach (pendekatan proses)

  5. Improvement (peningkatan)

  6. Evidence-based decision making (pengambilan keputusan berbasis bukti)

  7. Relationship management (manajemen hubungan)